Ternanti-nanti, tangan ku tadah
Mengharap sagunya jatuh tertumpah
Sedangkan ruyung tidak ku pecah
Suratan tertawa berdekah-dekah
Melihat anak bangsa menjadi susah
Angkara malas berusaha, berpenat lelah
Akhirnya tewas, jatuh ke tanah.
Sudah terhantuk baru terngadah
Lantas sedar puncanya padah
Memang benar pujangga bermadah
kalau tak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya.
(Nota: Peribahasa 'kalau tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya, bermaksud, tanpa usaha, kita tidak dapat memperoleh kejayaan)
yang tertewas,
Ayunda.